Bahagia itu sederhana, bisa menatapmu sedekat waktu itu, meskipun tak kau sadari.
Sekarang aku paham. Kamu memang berbeda dan kamu memang pantas merenggut perhatianku tanpa sisa. Aku tau ini bodoh, terlalu banyak perasaan asing yang mulai menguras hari-hariku dan hari-harimu. Ada banyak cerita yang sepertinya tak mampu di wujudkan lewat kata, karena terlalu rumit untuk dijelaskan. Perasaan itu berlomba-lomba merusak hati dan otakku, hingga aku malu menyebutnya... Rindu.
Karena mulai nyaman pada hangat sapamu lewat pesan singkat, terlalu cepatkan jika aku menyebutnya cinta ?
Aku tak pernah berharap semua ini ( mungkin ) hanya ilusi. Aku tak percaya tentang cinta tanpa tatapan mata genggaman tangan yang belum saling bersentuhan. Tapi, entah mengapa aku merasa takut kehilangan mu. Aku tau, aku tak punya apapun yang pantas ku banggakan. Namun atas semua yang terkesan maya namun terasa nyata ini; aku jatuh cinta.